Jumat, 07 Februari 2014

Menutup Pintu Rezeki Orang

Gue mau cerita soal kejadian yang baru gue alamin soal menutup pintu rezeki orang lain. Tahun lalu (2013) untuk yang ke-3 kalinya gue ikutan penerimaan CPNS. Ga seperti tahun2 sebelumnya, kemarin gue cuma daftar di 3 instansi aja. Tapi ga usah gue sebutin kali ya instansi apa aja. Cuma 2 instansi yang bisa gue ikutin ujiannya. Instansi pertama gue lolos sampai tahap akhir yang menyisakan hanya 3 orang untuk posisi yang gue lamar. Sedangkan di instansi ke-2 gue gugur di ujian CAT-nya padahalnya nilai gue masuk passing grade semua.

Dengan hasil seperti itu, otomatis harapan gue satu2nya hanya di instansi pertama aja. Dari awal sebenernya gue udah pasrah karena melihat walau nilai gue masuk 3 besar yang lolos sampai tahap akhir, tapi gue berada di posisi ke-3 yang kemungkinannya kecil banget untuk bisa menggeser 2 posisi di atas gue. Tapi gue selalu berpikir toh rezeki ga bakal ketuker, jadi sampai tahap akhir gue berusaha total walau kemungkinan untuk lulus sangat kecil.

Selama nunggu hasil pengumuman akhir, gue bantu berdoa, solat malam dan sedekah sambil berharap semoga jalan gue dimudahkan sama Allah. Selama gue nunggu pengumuman akhir, gue juga berusaha cari tahu tentang 2 orang saingan gue itu. Biar simpel gue pake inisial aja ya. Peringkat pertama adalah si A, cowok, dan freshgraduate. Peringkat kedua adalah si B, cewek, sudah menikah dan punya anak, dan seangkatan sama gue.

Dari hasil stalking di sebuah forum, gue tahu kalo si A ikut CPNS di banyak instansi dan dia berharap keterima di instansi lain. Sedangkan si B, gue ga tahu dia ikut berapa banyak CPNS, tapi yang gue tahu dia sudah punya pekerjaan yang lumayan mapan, apalagi suaminya juga seorang PNS di instansi yang bisa dibilang punya gaji dan remun terbesar di antara instansi2 lainnya.

Begitu tahu 2 saingan gue itu, gue malah jadi down. Si A, dia freshgraduate yang aktif organisasi selama kuliah, dan itu jadi keuntungan sendiri buat dia. Si B, dia sudah punya pengalaman kerja lama yang pasti juga bakal jadi bahan pertimbangan yang bagus. Sedangkan gue pas wawancara akhir gue ngerasa si pewawancara sama sekali ga antusias mewawancarai gue yang selama ini cuma kerja di rumah dari online shop aja, dan punya pengalaman kerja terdahulu yang ga banyak dan berbeda jauh dari background pendidikan gue.

Tapi karena banyak yang menyemangati dan meyakinkan gue dengan bilang, "Allah itu Maha Tahu, Cha. Dia tahu siapa yang lebih butuh pekerjaan ini.", jadinya gue juga masih tetap optimis. Sebelum hari pengumuman, gue dapat info dari forum yang gue ikutin kalo ternyata si A sudah diterima di instansi yang memang dia incar sejak awal, dan berarti saingan gue hanya tinggal si B aja.

Saat hari pengumuman tiba, ternyata si B yang diterima. Walau kecewa gue berusaha untuk menerima. Mungkin itu memang rezeki si B, rezeki anaknya si B juga. Lagipula gue akui si B emang jauh lebih unggul dibanding gue, dari nilai selama tes dan juga pengalaman kerjanya. Gue kembali fokus sama online shop gue sambil mencoba melamar pekerjaan di perusahaan swasta. Fyi, sejak bokap meninggal gue emang belum apply2 kerjaan lagi karena niatnya emang fokus CPNS dulu untuk memenuhi harapan orangtua gue yang memang menginginkan gue jadi PNS.

Jujur dalam hati gue, gue masih mengharapkan keajaiban tapi ternyata si B melakukan pemberkasan yang berarti memang sudah tidak ada harapan buat gue maju menggantikan dia. Yah gue cuma bisa pasrah, dan membulatkan tekad kalo tahun ini (2014), gue musti dapat nilai tertinggi di posisi yang gue lamar kalo ada CPNS lagi.

Sebulan berlalu dan tiba2 gue dapet kabar kalo si B tiba2 mengundurkan diri dan tidak jadi mengambil CPNS di instansi tersebut. Gue pikir gue masih ada harapan untuk bisa menggantikan posisi kosong yang ditinggalkan si B itu. Tapi ternyata kabar yang gue terima, ga akan ada perubahan apapun, posisi si B akan tetap dikosongkan dengan alasan semua berkas sudah masuk ke BKN untuk proses pembuatan NIP dan sangat ga memungkinkan untuk mengusulkan 1 NIP tambahan peserta cadangan karena ada yang mengundurkan diri.

Jujur gue kecewa. Lebih berat menerima kabar ini, dibandingkan saat gue tahu bukan gue yang lulus di pengumuman akhir. Gue sangat menyayangkan apapun alasannya si B mengundurkan diri. Gue pikir kalo memang si B ga yakin, kenapa dia ga mengundurkan dirinya sebelum pemberkasan saja?? Kenapa baru sekarang?? Kenapa baru setelah pemberkasan selesai dan proses pembuatan NIP berjalan?? Seandainya dia mundur sebelum pemberkasan, sudah bisa dipastikan gue yang akan menggantikan posisinya mengingat si A sudah diterima di instansi lain.

Gue yang emang ga bisa berbuat apa2 cuma bisa pasrah dan berusaha keras untuk nerima. Bahkan ada seorang temen yang gue curhatin soal ini bilang gini ke gue, "Sabar aja Cha, secara ga langsung dia sudah menutup pintu rezeki lo. Dosa besar menutup pintu rezeki orang, apalagi itu anak yatim yang memang membutuhkan dan sudah berusaha keras mendapatkan pekerjaan halal. Insya Allah pintu rezeki lo yang lain nanti akan dibukakan lebih lebar."

Gue jadi berpikir aja, apa bener yang temen gue bilang?? Apa bener si B secara tidak langsung yang menutup pintu rezeki gue di instansi itu?? Gue ga mau berpikiran jelek. Gue akan berusaha tetap mikir kalo ya memang ini belum rezeki gue. Semoga aja kekecewaan gue ini bisa diganti sama yang lebih indah sama Allah di tahun ini. Aamiin.

12 komentar:

icank mengatakan...

Sabat mbak, lebih ikhlas lagi karena rejeki ada yg atur

Acha Satmoko mengatakan...

yup selain sabar dan lebih ikhlas ga ada lagi kan yang bisa saya lakukan. cuma menyayangkan aja ada kejadian seperti ini, karena ibu saya memang sudah sangat berharap saya bisa lulus tahun ini. beliau sampai mimpi 2 saya lulus cpns tapi kenyataannya saya malah mengecewakan beliau.

bbbb mengatakan...

Sabar mba,banyak di luar sana yang sama kaya mba.termasuk saya.jgn pernah menyerah.rejeki bisa dtg darimana aja dan ALLAH SWT tau yang terbaik ;) tetap semangat.mudah2an tahun 2014 lulus CPNS brg saya juga :D

Acha Satmoko mengatakan...

Aamiin. semoga Allah menjadikan CPNS tahun ini sebagai rezeki saya yang halal dan barokah.

saya berharap banyak dari CPNS karena kesempatan saya untuk daftar di perusahaan swasta sudah sangat sulit karena ada catatan buruk 2 tahun lebih menganggur, belum lagi umur saya juga sudah hampir kepala 3. saya cuma kasihan sama ibu saya yg sering jadi bahan gunjingan orang karena status saya yg masih menganggur.

Anonim mengatakan...

sabar aja mbak...sambil menunggu tetap terus mempersiapkan diri untuk menjadi yg lebih baik. percayalah bahwa setiap insan telah tertulis rezekinya sebelum dia hadir dimuka bumi....
tetap semangat dalam mencari karunia-NYA

Acha Satmoko mengatakan...

yup sampai detik ini masih mencoba berusaha percaya sama yang katanya tiap orang punya rezeki masing2.

btw, makasih sudah berkunjung :)

Anonim mengatakan...

baru 3x kan?
sabar mba ... adik kelas sy malah ada yg ke 10x baru diterima. sy sendiri baru ikut 1x tes lgsg lolos, padahal persiapan ga matang dan kurang gitu minat.
rejeki sdh diatur olehNya akan datang tanpa disangka2

Acha Satmoko mengatakan...

emang baru 3 tahun coba tapi kalo diitung2 jumlah kementerian yg saya coba sudah lebih dari 20, karena tahun2 sebelumnya pas masih bisa daftar di banyak kementerian biasanya saya masukkan lamaran ke semua kementerian yang ada jurusan saya.

sorry to say before, tapi kok saya ngerasa kamu agak sombong ya dengan bilang cuma sekali tes langsung lulus apalagi ada kata2 padahal persiapan ga matang dan kurang minat. kalo ga minat kenapa daftar cpns mas/mbak? buat uji kepintaran kah? trus cpns-nya akhirnya diambil atau dilepas?

hera purwanto mengatakan...

Acha,gmn Alloh ga membuka rejeki kamu..dr cara kamu balas komentar tmn2 diatas sj sdh menunjukkan kamu itu org yg slu berburuk sangka..nasib org Hanya Alloh yg Tahu :kalo mmg Dia ikut tes 1x lolos knp hrs dibilang SOMBONG?dia Kan cm ksih contoh..Insya Alloh kamu dibukakan pintu rejeki kamu Amin

Acha Satmoko mengatakan...

mohon maaf sebelumnya kalau komen saya ada yang kurang berkenan, saya tidak bermaksud berburuk sangka bu, hanya menanggapi komen sebelumnya yang bilang, ybs bilang sebenarnya tidak minat ikut CPNS karena saya menangkap adanya kesan ingin pamer. sekedar share saja, tidak cuma saya yang mengalami, banyak orang yang memang benar2 berniat ikut tes tapi cuma jadi cadangan dan gugur karena yang dinyatakan lulus kemudian mundur karena alasan cuma iseng2 ikut tadi. mohon maaf jika memang saya sudah salah tangkap maksudnya. Demi Allah saya sama sekali tidak pernah ada niat untuk berburuk sangka. btw, terima kasih juga untuk koreksinya.

odilkrezz mengatakan...

Dngerin ceramahnya ustad yusuf manshur yg cahaya..siapa tahu bermanfaat..Alloh bisa saja menguji atau memberi azab..

kidzjock mengatakan...

Kalok mbak gak Cari tau info tentang si b atau don't care, pasti gak Ada Rasa sakitnya. Ketahui yang perlu diketahui saja.

Posting Komentar