Rabu, 12 Februari 2014

Jobless

Terhitung sudah 3 tahun lamanya sejak gue memutuskan untuk tidak bekerja. Dulu alasannya adalah gue lebih mementingkan kesehatan bokap yang memburuk karena komplikasi penyakitnya. Setelah bokap wafat bulan April lalu, gue memang belum sempat apply2 lamaran pekerjaan lagi karena gue mau fokus mempersiapkan diri untuk ikut CPNS tahun 2013 kemarin yang sayangnya membawa hasil yang mengecewkan. Alasan kenapa gue pengen jadi PNS akan gue tulis di posting yang beda nanti.

Setelah gue gagal di CPNS, gue mulai coba apply lamaran pekerjaan lagi, tapi sayangnya hal itu juga belum berbuah manis. Gue benar2 merasakan bagaimana susahnya mencari pekerjaan, apalagi ditambah dengan rekor buruk gue nganggur selama 3 tahun ini. Walaupun gue ada usaha sampingan berupa sebuah online shop, nyatanya banyak yang menganggap itu bukan bagian dari pengalaman kerja gue. Mereka ga pernah mempertimbangkan itu sebagai bentuk usaha keras gue untuk tetap cari uang halal. Mereka juga tidak memberikan excuse untuk alasan gue tidak bekerja diluar rumah selama 3 tahun ini. Begitu mereka tahu gue nganggur selama itu, maka mereka akan langsung men-judge gue sebagai seorang pemalas yang sama sekali tidak berkompeten untuk bekerja di perusahaan mereka.

Sudah ga terhitung berapa kali gue terima perlakuan ga ngenakin dari orang2 yang mempermasalahkan status jobless gue selama ini. Ada beberapa contoh yang akan gue tulis disini supaya para reader bisa ngerasain apa yang gue alamin. Salah 1 yang gue inget pas interview di salah 1 perusahaan yang bergerak di penjualan alat2 kebersihan. Waktu itu bokap masih ada dan gue sudah setahun tidak bekerja. Gue sengaja cari kerja yang deket rumah supaya bisa tetap sambil menjaga bokap. Tapi sayangnya bukan pekerjaan yang gue terima, tapi malah perlakuan ga ngenakin dari orang yang mewawancarai gue,

Saat dia tahu gue sudah setahun ga kerja, dia nanya alasannya dan gue jawab dengan jujur kalo gue harus menjaga bokap yang sakit2an. Setelah itu dia memberikan jawaban yang sangat mengejutkan gue, dia bilang itu paling cuma alasan gue aja. Dia berpikiran kalo gue paling cuma anak manja yang ga bisa lepas dari fasilitas orangtua, dengan alibi jagain bokap, gue bisa ga bekerja tapi tetap bisa menerima uang jajan dari orangtua. Waktu itu kebetulan juga gue baru aja mencoba membuka online shop gue, jadi gue kasih tahu hal itu ke dia supaya dia ga mikir kalo gue bisanya cuma nodong uang orangtua aja, tapi dia dengan jahatnya malah menyatakan bahwa hampir semua pengangguran pasti bilang kalo mereka punya usaha sendiri untuk nutupin status jobless-nya. Intinya dia ga percaya kalo olshop gue itu beneran ada. Intinya gue ga diterima kerja disana dan harus pulang dengan perasaan terhina.

Pernah juga saat gue mendapat panggilan wawancara di sebuah perusahaan finance yang juga dekat dengan rumah gue. Saat itu gue udah hampir 2 tahun ga bekerja. Waktu itu gue apply sebagai staff hukum di bagian HRD. Di lowongan kerja yang mereka keluarkan menyebutkan bahwa mereka membuka kesempatan untuk freshgraduate yang belum berpengalaman. Gue anggap walau gue bukan freshgraduate tapi gue belum berpengalaman, jadi mungkin gue masih ada kesempatan untuk bisa mendapatkan pekerjaan itu. Gue di interview oleh seorang ibu2 berhijab. Awalnya interview berjalan mulus sampai dia tahu kalo gue ternyata sudah menganggur lama. Dia juga ga menerima alasan kenapa gue memutuskan untuk ga kerja selama ini. Dia bilang orangtua bisa ditinggal dengan pembantu atau perawat, jadi ga perlu anaknya yang harus turun tangan sendiri.

Setelah banyak omongan ga enak yang terpaksa harus gue denger tanpa bisa gue ngelawan karena alasan sopan santun, gue menanyakan bagaimana hasil interview gue. Dia menyatakan kalo gue sama sekali ga cocok dengan jabatan yang gue lamar karena gue ga punya pengalaman. Saat gue tanyakan kenapa di lowongan dicantumkan terbuka kesempatan untuk orang yang belum berpengalaman, dia malah jawab dengan nada yang ga ngenakin. Gue masih inget banget apa kata2 si ibu itu. Dia bilang, "Kami lebih memilih untuk merekrut orang2 yang baru lulus daripada orang yang sudah lama lulus tapi lama menganggur dan tidak punya pengalaman kerja. Tidak ada gunanya merekrut orang2 seperti itu karena hanya akan merugikan perusahaan." Setelah itu gue kembali harus pulang dengan perasaan terhina.

Ga lama gue dapat panggilan kerja lagi di sebuah perusahaan finance yang berbeda tapi tetap di kota yang sama dengan tempat tinggal gue. Kali ini saat gue interview, topiknya sudah melenceng jauh dari bayangan gue. Dari yang awalnya gue melamar untuk posisi Legal Staff, sampai sana gue malah dikasih tahu kalo gue akan ditempatkan sebagai resepsionis. Alasan mereka pun sama, mereka menganggap gue ga punya kompeten untuk mengisi jabatan yang gue lamar itu dan berpendapat bahwa gue lebih cocok untuk mengisi posisi sebagai seorang resepsionis yang biasa diisi oleh anak2 lulusan SMA. Gue ditawari pekerjaan itu dengan gaji hanya 800rb/bulan. Jumlah yang bahkan nilainya jauh lebih rendah dari UMR di kota gue sebesar 2,2jt. Pekerjaan itu akhirnya gue tolak karena mereka memaksa menahan ijazah S1 gue kalo gue menerima pekerjaan itu, dan juga mereka mengharuskan gue untuk bekerja dengan full make up, pakai rok mini dan hi heels.

Kadang gue suka mikir, kok gampang banget orang bisa menjustifikasi orang lain hanya karena status saja. Mungkin status jobless gue sekarang bikin gue susah cari pekerjaan, tapi gue sama sekali ga pernah nyesel udah pernah memutuskan untuk ga kerja demi orangtua gue. Gue yakin Tuhan pasti akan menempatkan gue di tempat yang memang cocok untuk gue, bukan di tempat orang2 yang gampang menyepelekan tanpa melihat hasil kerja orang yang bersangkutan itu. Toh selama ini niat gue baik untuk cari kerja yang halal supaya gue bisa mandiri dan membanggakan orangtua gue, jadi gue yakin pasti Allah akan kasih gue jalannya walau itu bukan sekarang.

67 komentar:

Anonim mengatakan...

Membaca cerita mbak di atas, sungguh itu merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Saya senasib dengan mbak.

Saya sudah nganggur selama 1,5 tahun lebih. Sewaktu kuliah, saya pernah bekerja utk sebuah project di salah satu perusahaan telekomunikasi, dengan posisi sebagai karyawan kontrak selama 3 bulan. Di kantor saya termasuk pekerja keras. Jika target harian belum terpenuhi, saya rela lembur hingga pulang jam 9 malam setiap hari.

Saya berhenti kerja karena melanjutkan studi saya yang belum selesai (ceritanya belum lulus kuliah). Atasan saya senang dengan saya dan meminta saya untuk melanjutkan kontrak. Namun orangtua saya meminta saya utk berhenti kerja dan melanjutkan kuliah (cuma menyelesaikan 1 mata kuliah yang belum tuntas). Akhirnya saya berhenti kerja dan melanjutkan kuliah.

Setelah saya lulus, saya mencari pekerjaan.
Awalnya saya masih milih2, namun setelah 3 bulan belum dapat2, saya apply pekerjaan apa saja yang penting ijazah saya bisa diterima.

Berkali2 saya melamar, saya gak lolos. Akhirnya saya berhenti sejenak menikmati waktu luang, kemudian saya coba daftar lagi setelah istirahat 1-2 minggu.

Selama nganggur saya juga tidak tinggal diam, saya punya usaha online kecil2an dengan kakak saya. Saya membuat aksesoris otomotif, desain sendiri, manufacturing sendiri, merakit sendiri meskipun alatnya sederhana. Selain itu saya juga mendalami komputer dengan harapan saya bisa melamar pekerjaan sebagai programmer.

Seperti itulah yang saya alami selama 1,5 tahun ini. Karena HRD meliat saya sebagai pengangguran dan tidak menghargai bisnis kecil saya, saya dinilai jelek, dianggap pemalas dan dikira tidak mampu menangani pekerjaan yang bisa saya ambil. Padahal dulu ketika saya kerja, saya sering pulang malam dan kerja melebihi teman satu tim.

Saya juga berharap, semoga HRD jangan menilai seseorang dari status saja. Saya memang fresh graduate yang sudah lapuk karena nganggur 1,5 tahun, tapi semangat, kecepatan, kemampuan otak saya masih tajam seperti dulu. Kalau saya masuk, saya bisa saja melampaui pegawai lama di perusahaan yang semangatnya sudah menurun. Hanya saja, sampai saat ini belum ada HRD yang percaya dengan saya.

BTW apakah mbak saat ini masih nganggur atau sudah dapat kerja?

Acha Satmoko mengatakan...

sabar aja, semua pasti akan ada jalan kalau waktunya memang sudah tepat, anggap aja sekarang kamu lagi diuji supaya lebih kuat.

saya alhamdulillah sudah kerja di SDM sebuah kampus di depok, baru sebulan juga kerjanya. alhamdulillah dekat rumah dan gajinya layak, tapi masih tetap ngurus online shop juga buat tambahan karena waktunya masih memungkinkan.

jangan gampang menyerah, saya juga musti nunggu 3 tahun dan begitu dapat kerja alhamdulillah dapat pekerjaan yang layak, lokasi dekat dan suasananya juga kekeluargaannya kental.

Anonim mengatakan...

Saya pantau lagi blog ini ternyata dibalas juga pertanyaan saya hehehe.. Terima kasih atas jawabannya mbak. Memang rejeki itu diatur oleh Allah, tinggal usaha kita aja yg menjemputnya. Bolehkah saya minta tips agar bisa keterima kerja setelah sekian lama nganggur? Apa yang harus saya katakan ke HR agar mereka yakin? Bisakah mba ceritakan pengalaman interview mba waktu keterima di kantor yg sekarang?

Jujur saja... saya sudah lelah lamar kerja kesana kemari. Beberapa lowongan dah sampai tahap akhir tapi gagal. Bulan februari 2015 nanti tepat 2 tahun saya nganggur. Kesibukan saya sekarang adalah belajar programming. Saya stop melamar kerjaan untuk saat ini karena saya merasa kurang power & kurang PD. Nanti setelah saya punya skill dan merasa PD, saya akan apply2 lagi. Doakan saya mba heheheh...

Acha Satmoko mengatakan...

Kayaknya ga ada tips khusus sih, saya tiap wawancara selalu jawab apa adanya, paling saya tambahkan kegiatan apa yang saya lakukan saat menganggur itu, jadi pihak perusahaan bisa tau kalo kita ga cuma ongkang2 kaki aja pas ga punya kerjaan. jadi kalo memang yang interview kita punya pikiran terbuka sih, mereka pasti bisa terima penjelasan kita dan mempertimbangkan kemampuan kita walau kita punya track record lama menganggur.

Semoga segera dapat kerja ya :)

Anonim mengatakan...

Mba acha ada alamat email ga? Kbetulan tulisan ini nyambung sama kondisi saya sekarang :'(

Acha Satmoko mengatakan...

ini emailnya acha_enwe@yahoo.com

Anonim mengatakan...

Kisah mbak sungguh inspiratif, saya juga pernah mengalami hal serupa ketika diam-diam saya menunda sidang skripsi saya dari ortu karena ketika itu ibu saya mengalami sakit yang cukup serius, Alhamdulillah sekarang ibu saya sudah sehat kembali. Terus terang saya lebih memilih ortu dari pada urusan saya sendiri saat itu. Saya juga mengalai hal yang sama dengan mbak sekalian.. saya juga sudah menganggur genap 2 tahun bulan April nanti. Saya juga bercita-cita menjadi seorang PNS, tapi usaha saya dua tahun ini mengikuti seleksi CPNS belum membuahkan hasil, tapi intinya bagi saya pekerjaan apapun, baik negeri atau swasta sama saja yang penting bisa membuat kita mapan dan mandiri. Ketika baru lulus kuliah saya ditawari bekerja dibagian marketing di salah satu bank swasta, tapi atas pertimbangan tertentu saya tidak ambil. Memang saat itu saya masih pilih-pilih pekerjaan, saya hanya melamar pekerjaan yang berbasis pada bidang kesarjaanaan saya, yaitu komunikasi. Tetapi setelah 10 bulanan ga dapat-dapat pekerjaan, jadi pekerjaan apapun saya lamar. Saya juga sudah pernah beberapa kali mengikuti interview mulai dari perusahaan besar sampai pada anak perusahaan yang baru merintis bisnis, tapi ga ada satupun yang tembus. Pastilah saat interview pihak HRD selalu bertanya pertanyaan seperti itu, kadang saya juga minder kalau ditanya selama ini apa yang kamu kerjaan disaat menganggur..? Tapi saya selalu menjawab apa adanya. Saya mengikuti kursur tertentu dsb. Saya memang bekum memiliki bisnis/usaha sendiri. Ketika gagal mendapat kerja padahal sudah usaha maximal sana-sini pasti hal seperti ini membuat semangat kita menurun, tapi jangan sampai putus asa. Sekarang saya fokus untuk mengambil langkah selanjutnya, merintis bisnis, bergabung dengan UMKM, ikut kegiatan sosial, atau sekolah/kuliah lagi. Yang penting kita jangan putus harapan,dan berusaha lagi, mungkin setalah beberapa kali gagal baru kita dapat rezeki kita. Saya selalu yakin pasti Allah akan memberikan rezeki yang lebih baik lagi. Insya Allah.

Anonim mengatakan...

sm sis. Ku jg prnh alami kyk gtu :(

Anonim mengatakan...

sudah setahun nganggur dan boro-boro ada interview, ada panggilannya saja tidak. Padahal udah sebar lamaran via pos, email, situs pencari kerja dan penyalur kerja. Menyedihkan banget.

Endi Yuana S mengatakan...

Posisi mbak sama dengan yg saya alami saat ini... Sebenarnya dulu sempat karyawan tetap di salah satu prshaan otomotif di jabar. Saat itu saya memutuskan utk resign dr pekerjaan lama karena bokap sakit. Kebetulan ada penerimaan cpns thn 2014, krn sering ijin + cuti absensi saya jelek. Sampai sering dipanggil hrd krn hal itu. Maklum jabar-yogja paling tidak sekali ijin bisa 3-4hari. Dan trkhir saya di sodorin surat peringatan & kesanggupan utk tdk blh sering ijin ditandatangani di atas materai. Namun saya memilih utk resign dr pekerjaan dg alasan ingin deket keluarga & mncari pkrjaan di jogja.
Tp ternyata nasib apes... Pkrjaan tak kunjung datang. Selalu gagal krn umr di jogja kecil, shg perusahaan sering menolak krn alasan itu. Pdhl benere pengen kerja apa aja.. Namun pihak hrd selalu menutup lamaran saya dan selalu di phpin... Sampai akhirnya 2 thn saya menganggur sampai skrng dan kembali ke jabar dg niat utk bangkit lg. Namun sekembalinya disini bukan pekerjaan mlh kadang hrd menganggap dgn sebelah mata. Bingung jg saat ditanya km 2 thn ngapain aja??? Aduh.

Dnisya Prik mengatakan...

Sabar mas..

Dnisya Prik mengatakan...

Klw saya kryawan di sebuah club ternama di surabaya.....sdah 2 tahun ini saya berhenti dari pekerjaan itu..
Dan selama dua tahun saya sering kali brusaha cari kerjaan tpi nggak cocok tpi kebanyakan interview trus lngsung di trima dan sempet kerja..
Tpi masalah nya selalu nggak cocok dngan apa yg saya harap kan...
Mungkin saya kurang bersyukur kali ya...
Secara penghasilan di club malam melimpah dan mudah di dapat' ga sampe kringat kluar pun uda dapat...tpi untung lah saya kluar dari club tersebut ' saya ga mau tubuh saya di penui daging haram...

Ya semoga ajha ALLAh ngasih jalan untuk pasalah ku ini....

Acha Satmoko mengatakan...

sabar aja, selama niat kita emang baik untuk cari rejeki halal pasti akan ada aja kok jalannya. kalopun memang rejeki kita masih tertahan ya memang mungkin waktunya belum tepat. percaya aja rencana Tuhan lebih indah dari apa yang kita rencanakan sendiri.

Sendal Japit mengatakan...

kelamaan menganggur bikin krisis PD, di tambah lagi bukanya dukungan dari lingkungan keluarga yang di dapat, melainkan selalu di pojokan ... nyari kerja emang harus extra extra sabar

Ayunda Belia mengatakan...

senasib, saya juga udah 1,5 tahun nganggur, udah puluhan kirim lamaran via pos email dan walk interview tetep aja blom ada hasil

aprilliani mengatakan...

saya sudah menganggur setahun...dan saya sudah mulai mengalami yang namanya low self-esteem. ngerasa ga guna, bisanya nyusahin aja. semoga Allah segera memberi kita bantuan-Nya. aaminn

azam rasyid mengatakan...

Saya nganggur udah setahun lebih mba :").
klo ditanya ngapain setaun ini saya jawab jagain dan ngerawat orang tua tp alhamdulillah udah sembuh sekarang.
Betul mba kenapa orang menjudge kita padahal dia ga ada di posisi kita, ga ngerasain apa yang kita rasain. Siapa sih ya yg ga mau kerja setelah lulus buat membanggakan orang tua. Baca cerita mba diatas mungkin klo saya ga akan pernah dilupain dan ga akan ngelamar di pt itu lagi.
Kadang saya ngerasa apa iya perusahaan ga mau mempekerjakan yg udah nganggur lama? dan lebih milihh freshgrade. Kadang bingung harus apalagi :")

@Aprilliani : Km nganggur setahun udah pernah kerja blom sbelumnya? Klo saya dari lulus blom ada pengalaman apa2 smp skrg blom kerja. Semoga kita cepet dapet pekerjaan ya. Amin

sakvra mengatakan...

saya terharu baca blognya Mbak. saya juga sedang jobless sudah 7 bulan sejak sidang. beberapa kali masukkan lamaran tapi belum ada panggilan.sedih iya. tertekan iya mbak.apalagi dengan gelar ini.Dan teman-teman yang sudah punya rejeki.punya kerjaan. tapi apalah daya mungkin belum rejeki saya mbak.

resa mengatakan...

pengalaman mba acha sangat inspiratif buat saya. mungkin saya seumuran mba dengan pengalaman hampir sama tapi bedanya sampai sekarang saya masih menganggur.saya menganggur dari 2012 berhenti dari pekerjaan sebelumnya karena tidak cocok dengan lingkungan diantaranya kkn, mungkin terlihat "muna" saya gak tahulah mungkin dulu saat masih fresh graduate sisi mahasiswanya masih dikedepankan.
saya coba masukkan lamaran lagi tapi belum ada yg berhasil akhirnya saya mulai coba planning untuk fokus belajar lg mempersiapkan diri untuk tes&interview sambil membantu orangtua di usaha dagangannya tapi lama kelamaan malah gak fokus. yg tadi berniat belajar justru terbengkalai.akhirnya saya coba wirausaha kecil-kecilan tapi belum bisa juga.
sekarang ini saya pengen coba melamar lg tapi mungkin akan sulit,mungkin banyak yang tertinggal dari pengangguran freshgraduate dan lainnya, jujur saya agak minder untuk melamar lg.
seandainya mba acha dan mba, mas atau adik lainnya bisa memberi masukan untuk sharing, apa yg harus saya lakukan sekarang ini?

Syifa Rizki mengatakan...

Emang nganggur itu Nggak Enak banget koq..., dicap buruk di lingkungan sekitar karena dianggap malas.., padahal udah usaha kesana-sini..., nggak bisa beli ini-itu sendiri..., kalopun ada bisnis sampingan untungnya nggak seberapa..., bosen juga mau ngabisin waktu ngapain...

Rey Kanata mengatakan...

membaca pengalaman di blog mbak, seperti berkaca pada diri sendiri.

Anonim mengatakan...

Pas bgt nemu blog ini. Ternyata bukan saya saja yang merasakan hal ini. Merasa gak guna karena berkali2 gagal interview kerja. Udah merasa pede dgn jawaban pas interview; eh ternyata gagal juga. Sedih. Melihat teman2 yg sudah mendapatkan pekerjaan, bisa beli apa2 pakai uang sendiri, bisa bantu orang tua. Sedih rasanya.

Shita Azkiya mengatakan...

Salam kenal mbak dan mas, ternyata masih banyak pengangguran ya, saya kira cuma saya yg nganggur setelah lulus dua tahun yg lalu. Sempat kerja disalah satu industri baja selama 3bulan tapi saya resign karena kendala bahasa soalnya pimpinan asli dari tiongkok. Namun setelah resign saya masukin lamaran lagi tk ada stupun yg berhasil. Saya putar otak coba bisnis kecil2an, sambil cari2 peluang dan canel siapa tau ada tawaran pekerjaan. Tapi sampai sekarang belum ada hasil sama sekali, saya mulai hopless banget rasanya mau masukim lamaran lagi kok pesimis ya mbk mas. Ya seperti pengalaman mbk acha itu sering sekali diremehin karena sudah lama nganggur. Mereka semua yg pada komentar ini itu enak ya lidah tidak bertulang, nah kita sebagai pemainnya rasanya tk bisa diungkapakan deh nyesek bingiiitttt.

Anonim mengatakan...

Saya nganggur dari 2013 sedih bgt rasanya nyesekkkkkk :'( dan bsk saya mau nyoba apply di salah satu perusahaan lngsung wawancara setelah baca blog mbak ini tambah nyesekkkkk sekian lama cm jdi beban orang tua :'( jujur udh putus asa rasanya apalagi bsk pasti ditanyain macam macam padahal mereka ga tau apa yg sy alami slm ini. Doain saya ya moga lolos :'(

Karmila.Sari mengatakan...

Semoga kita semua SUKSES,:) Dan SEMANGAT!!!.. Sabar, berdoa, Dan terus berusaha. Itulah kira2 yang saya rasa jadi kuncinya.. Jadi inget pas pengangguran kurang lebih 2 tahun, semua teman berpaling, diputusin sama kekasih.. Hidup rasanya ga adil. saya serrring banget ditolak.. Duh merasa terhina dan ga terima, saya bikin target 1 perusahaan menolak saya, saya harus Lamar 3 perusahaan...beres kan! Memang Allah maha pengasih Dan penyayang... Selamat 2 thn saya usahakan tidak mengeluh, membantu orang tua, saudara, menerima dan menikmati semua kesulitan dengan lapang dada, bersyukur masih dikelilingi keluarga yang selalu mendukung saya. Setelah mendapat pekerjaan, semua teman2 yang hilang balik Lagi( padahal ya udahlah.. . toh selama ini I'm fine without you all).. Hallah kelihatan kan aslinya kemaren..xixixi ya udahlah.. Semoga kita semua memetik hikmah.. Dari masa pahit yg kita alami.. SUKSES.. DAN SEMANGATTT!!!

Karmila.Sari mengatakan...

Semoga kita semua sukses:)) SEMANGAT!!!
jangan pernah putus ASA teman2, selalu berusaha Dan berdoa, jangan dengarkan pandangan tetangga2/teman2 terhadap kita, be independent, be strong, ga muna, ga nipu orang, ga mencuri hak orang lain, DLL
Saya juga sering nganggur. Dan sering ada jedah sampe 2 tahun, sampe teman2 berpaling semua bahkan kekasihpun entah kemana. kalaupun menyapa hanya ingin basa basi semata. Dan insAllah Allah maha adil Dan mendengar.. Dari masa pahit yang saya alami, kelihatan jelas siapa yang benar2 teman, atau hanya kamuflase. Tidak usah berburuk sangka terhadap mereka yang mencibir, karena Allah SWT, yang berhak menghakimi kita. Dan Lagi, ingatlah pepatah bilang' habis gelap terbitlah terang' Dan itu benar adanya. Percayalah

windamaya mengatakan...

saya pikir selama ini hanya saya yg mengalami hal seperti ini. Mengganggur sdh 2 tahun ini. Sebelumnya pernah bekerja tapi hanya 2bulan masa kontrak. Kontrak tidak diperpanjang karena saya harus mengikuti kemauan ortu untuk ikut tes CPNS. Ya sudah saya ngomong jujur saja sama atasan saya. Daripada bohong tapi nanti atasan saya dengar dari orang lain. Resikonya akan tetap sama. dan sampai pada akhirnya kontrak saya tidak diperpanjang. Sempet down juga tapi paling tidak saya keluar dengan jujur. Dan beban yg sering bikin pikiran, setiap melamar pekerjaan selalu yang ditanyakan adalah kegiatan apa yg dilakukan selama nganggur. Beberapa kali gagal hampir membuat saya menyerah. Saya berpikir apa sudah tidak ada tempat lagi bagi para pengangguran untuk mendapatkan hak yg sama seperti para fresh graduate? Semoga kita semua segera mendapatkan pekerjaan yang berkah dan bermanfaat ya..

Dewi Yuliani mengatakan...

Saya terharu membacanya, saya saat ini kerja sudah hampir 2 tahun, saya juga masih menjalankan kuliah saya baru mau masuk semester 4,
selama kerja saya, saya nggk pernah yang namanya punya tabungan, bukan karna saya boros juga, tapi saya kerja itu benar2 pas banget.
terkadang saya memilih untuk buat usaha sendiri, pas saya pikir lagi dari bikin usaha sendiri saya harus siap mental disaat gagal.
dari situ saya bertahan kerja, meskipun dari kerja saya tidak ada sepeserpun tabungan yang bisa saya simpan, karena tingkat gaji saya.
saya gak muna, saya cari kerjaan pasti cari uang dong, kalo dari kerjaan saya tdk punya tabungan percuma saya kerja.
apa saya kurang bersyukur ??
kalo bisa minta saran, alangkah baiknya saya harus bagaimana ??
karena setelah saya baca blog ini, untuk mencari pekerjaan itu susah.

Anonim mengatakan...

Sy juga merasakan apa yg mbak rasakan diatas..berasa berkaca pda diri sendiri
Sy sudah tdk lg dgn perusahaan lama, cuma hitungan bulan, pdhal sy mendapatkannya hmpir setauhun,,tdk cocok dgn atasan & perusahaan skrg jg minim PO
berkali2 mencoba semangat tp kadang semangat jg bs luntur,,lamar sana sini belom ada hasil..kadang usaha kecil2an kita jg g di pandang bagus dgn mrk..gak kerja = males , sedih jg kadang

Anonim mengatakan...

Semangat teman-teman, saya juga udah nganggur dari bulan Mei pasca resign n pindah pulau karena family matters :)

Mohon doanya ya...

Klif Vegeta mengatakan...

Kl saya udah 2 tahun lebih ngnggur,,,pngalaman terakhir cuman jdi OB bingung mau kerja apa lagi,,,kl nglamar paling mntok jdi OB atau cleaning,,,dan sekarang lagi galau2nya

ismail maink mengatakan...

Sama..pa lg sya dh punya anak istri usia sdh 30 msih tinggal sma ortu malu rasanya..sdh nglmar kmna2 tpi blum dpt pnggilan kerja jga
.ya allah beri hamba rasa ridha terhadap putusanmu..

Blog Jemmy Suryana mengatakan...

sya tdk berbeda jh dngan anda mf blh tw emailnya spy bsa sharing

ma'rifat fkr mengatakan...

Beneran gitu mabk?serem bgt lebih tepat lagi sadis bgt tu org2 perusahaan. Tekuni j di usahanya deh mb. Aku jg lg cr kerja ni n blm dpt2. Baru lulus sih, tp ada kekhawatiran jg bkalan jobless. Tp aku ada planning jg smbil nunggu lamaran smbil ngerjain usaha bareng mbakku, n kl smpe waktu yg ditentuka aku blm jg dpt kerja aku alan fokus k usaha itu gimanapun caranya mau punya duit atopun enggak.hixhix

Irwan Militan mengatakan...

Salam.. ternyata ada yang lebih parah dari saya, saya kira saya yang paling apes setelah meninggalkan status sebagai karyawan tetap. Tapi tetap semangat. Rezeki pasti mengejar kita. Amin

Indira Paramarini Hermanto mengatakan...

Sama bangettttt, saya juga sudah menganggur selama 8 bulan dan betapa susahnya mencari kerja apalagi saya sedang sangat terpuruk pacar saya yang akan serius dengan saya meninggalkan saya tanpa alasan yang jelas. Sumpah sekarang saya minder, nggak pede.. saya sekarang fokus ngerawat mamah saya yang sudah 8 tahun sakit :( yaa allah kapan saya dapet kerja

Anonim mengatakan...

Salam semua...saya juga sudah menganggur selama 8 bulan ini resign karena kontrak tidak diperpanjang.sudah naruh lamaran sana sini blm jg ada panggilan.sedih rasanya padahal saya pengalaman selama 2 thn sbg staff.sampai tekanan batin karena merasa jadi beban orang tua.semoga saya dan kalian semua cepat dapat pekerjaan yang sesuai,nyaman,dan digaji secara layak.Allah tidak pernah tidur.saya yakin Allah selalu memberi kepada hambanya yang terbaik.amiin...

Fariz Dharmawan mengatakan...

Saya sama sudah 1,5 tahun menganggur. Bedanya saya tidak mempunyai pengalaman kerja ataupun organisasi maupun punya usaha online seperti mbak dan saya juga tidak mendapatkan perlakuan seperti yang mbak2 hadapi. Yg saya lakukan hanyalah mencari loker dan mengapply nya. Asalkan sesuai dengan jurusan dan persyaratan saya kirim lamaran. Jadi dalam satu hari minimal ada 3 lamaran yg saya ajukan tapi sampai saat ini belum dapat juga. Kadang tidak ada panggilan kadang saat interviewnya gagal. Walaupun saya masih mendapatkan uang jajan, rasanya tidak enak masih menjadi beban keluarga, dan bosan juga di rumah. Mau buka usaha online tidak punya modal dan tidak tahu apa yg harus dilakukan. Tapi setelah membaca postingan mbak saya berpikir ah ternyata bukannya hanya saya saja yg mengalaminya, semua org pasti mengalami hal yg serupa bahkan lebih buruk. Maka dari saya akan terus semangat dan berusaha lebih keras lagi serta pantang menyerah karna jika kita terus berusaha rezeki juga tidak akan kemana. Semoga saya juga bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya. Amiiin

Fariz Dharmawan mengatakan...

Dah dapat mbak/mas kerjaan? Saya belum dapat kerja nih dari saat lulus mei 2015 lalu. Down juga rasanya kyk gini terus

Fariz Dharmawan mengatakan...

Dah dapat mbak/mas kerjaan? Saya belum dapat kerja nih dari saat lulus mei 2015 lalu. Down juga rasanya kyk gini terus

Fariz Dharmawan mengatakan...

Saya sama sudah 1,5 tahun menganggur. Bedanya saya tidak mempunyai pengalaman kerja ataupun organisasi maupun punya usaha online seperti mbak dan saya juga tidak mendapatkan perlakuan seperti yang mbak2 hadapi. Yg saya lakukan hanyalah mencari loker dan mengapply nya. Asalkan sesuai dengan jurusan dan persyaratan saya kirim lamaran. Jadi dalam satu hari minimal ada 3 lamaran yg saya ajukan tapi sampai saat ini belum dapat juga. Kadang tidak ada panggilan kadang saat interviewnya gagal. Walaupun saya masih mendapatkan uang jajan, rasanya tidak enak masih menjadi beban keluarga, dan bosan juga di rumah. Mau buka usaha online tidak punya modal dan tidak tahu apa yg harus dilakukan. Tapi setelah membaca postingan mbak saya berpikir ah ternyata bukannya hanya saya saja yg mengalaminya, semua org pasti mengalami hal yg serupa bahkan lebih buruk. Maka dari saya akan terus semangat dan berusaha lebih keras lagi serta pantang menyerah karna jika kita terus berusaha rezeki juga tidak akan kemana. Semoga saya juga bisa mendapatkan pekerjaan secepatnya. Amiiin

Wulandari Eka Putri mengatakan...

saya sudah baca cerita mba, saya kalau jadi mba pun saya tidak akan meninggalkan orang tua. saya juga bersyukur orang tua saya masih aktif . saya juga lagi tidak bekerja sekarang. apa mba masih blm bekerja juga ? kenapa mba ga buka usaha aja seperti warung kecil2lan mba ?

fahmi mengatakan...

saya sdh nganggur hampir 3 tahun blm dapat kerjaan sdikit lagi down niihh, setiap apply k prusahaan pasti jatuhnya seleksi berkas hmmm

Ray Indra Taufik Wijaya mengatakan...

Gw juga udah nganggur selama kurang lebih setahun, banyak cibiran yang gw terima tapi gw masih tetap punya harapan.

Tantri Ika mengatakan...

Apa saya salah kalau saya dapat kerja tapi saya tidak bisa nabung?? Uang gaji hanya cukup untuk hidup sebulan..paling sisa 200rb aja..saya menolak pkerjaan itu..apa saya kurang bsyukur??? :(

Agung Jaya Pratama mengatakan...

entahlah saya tidak mengerti dengan semua ini, kadang saya berada dalam keputus asaan dalam perjalanan saya mecari pekerjaan, saya sempat berpikir semua perusahaan yang saya lamar membutuhkan orang yang berpengalaman sedangkan saya sendiri untuk mendapatkan pengalamannya saja sangat sulit,
setelah saya lulus kuliah, saya berbegas untuk mendapatkan apa yang harus saya capai, melamar kesana kamari dengan semangat dan berujung penolakan dari berbagai perusahaan, hingga saat ini 2 tahun setelah kelulusan saya masih tak kunjung mendapatkan pekerjaan.
cibiran dari berbagai pihak mulai bermunculan membuat saya semakin bingun dengan keadaan saya, sisi lain usia yang semakin bertambah, karena usia saya pun mendapat penolakan. entah apa yang harus saya lakukan.

Unknown mengatakan...

kirain cuma saya yang lagi galau masalah kerja ternyata ada yang senasib ma saya,
saya jg dah lama nganggur udah3 tahun sempat kerja di konter itu dia saya tidah betah dan tidak cocok
setelah keluar krjan saya cuma dirumah nonton tv
sedangkan teman udah punya kerjaan ,
rasanya malu dan mrrasa ta berguna tiap teman pulang dan ngajak makan salu dia yang bayarin ,
dah gt org tua jg lagi punya masalah ke uangan ,dan sy merasa bersalah tdk bs berbuat apa apa krna blum kerja ,
aduh saya semakin tdk karuan dan tak berguna.

Anonim mengatakan...

Diantara semuanyaaa sy yg paling lama tdk kerja di kantoran.2012 sempat kerja dipembiayaan 4 bulan bertahan sy nyerah. Knp? Pekerjaan bejibun,bos galau, Customer yg gw layani juga ga kalah galau dan puluhan laporan yg mesti dikerjakan. Habis resinya,3 bulan kmudian sy kerja di batik hijau,,disini gaji ok, teman2 ok,kerja ok,tp sy sering ketemu dgn dosen kampus sy dulu,malah dosen sy nanya kok ga kerja di BANK dek? Pertanyaan ya bikin kepikiran,4 bulan kerja sy resign. So sejak agustua 2014 belum pernah bekerja lagi, aplly dan tes sudah sangat jarang.
Sejak resign,, sy fokus ke hobby saya,,sy fokus jualan bantal dan boneka via online hingga saat ini. Ditengah sy membangun online shop,tawaran kerja dari pihak keluarga banyak yg berpasangan.
Tp sy tdk mau,,knp? Sy org yg tdk ingin masuk kerja dgn bantuan org dalam.titik...
Banyak pertengkaranlah pokoknya dalam masa itu.

Seiring berjalannya Waktu, ortu sudah memahami apa yg gw pilih.

Alhamdulilah pendapatan bulanan melebihi gaji kerja kantoran. Enaknya,,kita yg jd bos,,ga di perintah2. Dari hasil jualan, bisa bantu org tua bayar listrik, nabung lewat arisan,belanja apa yg gw suka.

Jangan putus harapan yaa teman2.
Yakini bahwa tdk ada yg sia-sia atas apa yg selama ini kita perjuangkan.

Allah tau apa yg tertarik buat kita

Ngik Ngik mengatakan...

ya beginilah 3 tahun nganggur pagi sedih siang sedih malam palagi merasa tak berguna sekalih hidup ini harus mengemis pekerjaan ke mana mana kaya mencari alamat palsu ayu tingtinga,
hidup kita seperti orang sakit raga kt sehat tapi hati dan pikiran kt menangis nelangsa rasanya sudah tak mau lagi menghadapi hari esok

Anonim mengatakan...

Menurut temen2 apa g pa2 kembali ke kantor yang lama?

Ngik Ngik mengatakan...

pusing 3tahun setengah nganggur kalo ga dosa rasanya pingin bunuh dirii,

Anonim mengatakan...

Saya pun mengalami hal serupa seperti halnya mba.
Paska lulus akhir tahun 2014 lalu sya mulai apply2 lamaran ke berbagai perusahaan, ada yg sampai tahap akhir namun kebanyakannya yg ga dipanggil sama sekali. Saya kmudian memutuskan untuk bergabung dengan sbuah MLM yg sedang hits, namun karena lebih banyak ruginya ketimbang untungnya, sya memutuskan untuk keluar dri MLm tersebut. Sya pun mulai apply2 lamaran lagi tpi belum juga dpat2 sampai 6 bulan lamanya. Kemudian saya menerima tawaran pekerjaan freelance buat ngerjain proyek aplikasi dekstop sebuah perusahaan, 3 bulan sya rampungkan proyek tersebut dan alhamdulillah gaji yg didapat lumayan untuk ukuran pekerjaan yg hanya dikerjakan dri rumah. Namun setelah itu, sya tidak mendapat proyek lagi dan kembali menjadi jobless tanpa kegiatan yg berarti. 10 bulan berlalu paska saya lulus, akhirnya saya mendapat pekerjaan di perusahaan distributor bahan kimia. Namun sya hanya bertahan selama 3 bulan kurang lantaran jam kerja yg terlalu lama sementara gaji yg didapat tidak sepadan. Tidak butuh waktu lama menganggur paska resign, sya kembali mendapat pekerjaan di perusahaan distributor (lagi). Saya sangat betah bekerja di sana, teman2 nya sangat baik namun saya hanya berstatus sbgai pegawai kontrak, sya bekerja untuk menggantikan pegawai yg cuti melahirkan. 5 bulan sya bekerja di sana dan stlah pegawai yg cuti kembali, kontrak saya pun berakhir. Setelah itu, saya kembali apply2 lamaran untuk yg kesekian kalinya dan hingga saat ini tepatnya setelah 10 bulam kontrak sy berakhir, saya blm jga memperoleh hasil yg sangat saya inginkan.

akhir2 ini pun saya merasa amat terpuruk dgn status jobless sya. Selain karena tak adanya pekerjaan sampingan seperti yg mba lakukan dulu juga karena gunjingan org2 disekitar saya tentang status saya yg tak kunjung mendapat pekerjaan. namun setelah membaca postingan mba, sya jadi berpikir "orang lain saja yg mengalami hal serupa tidak putus harapan dan terus berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yg diinginkannya, kenapa saya juga tidak seperti itu? ya, saya akan kembali berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yg sudah saya nanti-nantikan selama ini. saya yakin Allah akan memberikan pertolongan pada hambaNya yg bersungguh-sungguh dalam usaha mendapatkan apa yg diinginkannya.
tetap semngat job seeker :)

Ngik Ngik mengatakan...

saya jd tmb bingung mau kerja apa selama ini saya hanya luntang lantung gada kerjaan terbesit dalam hati mau bunga usaha sendiri masalahnya blum ada modal alhasil mau tak mau haris geleng2kepela sambil meratapi nasib teman dkt ga punya tambah pusing menjalani hidup ah tiada guna lagi aku bersedih lebih baik jalani saja dgn rido dan ikhlas semangat job seeker,sambil sedih ngucapin nya"

Unknown mengatakan...

Saya sempat tertarik terhadap tulisan mbak. Dan saya juga mengalami hal yang sama, yaitu gunjingan-gunjingan dari orang sekitar. Tidak hanya teman saya yang merendahkan status saya yang memang masih "mahasiswa" melainkan seorang guru saya juga merendahkan keberadaan saya. Itu membuat saya merasa terinjak injak,kecewa akan sosok selama ini saya hormati. Tapi mau tidak mau saya harus menerima "injakan" tersebut karena saya sadar akan status saya yang masih belum bisa berpenghasilan. Tapi dalam kamus hidup saya mengatakan bahwa setiap pribadi memiliki zona waktunya sendiri. Ada yang sukses diumur muda. ada yang sukses diumur tua. Sebagai lelaki saya mengakui "kekalahan" di masa kini. Tapi "kekalahan" saya tidak permanen. Dimasa esok akan berbeda. Saya persilahkan siapapun menertawakan saya, sebelum "ZONA WAKTU" hidup saya menghampiri saya di waktu yang tepat.

Ngik Ngik mengatakan...

ia gan mungkun blum waktunya,
sy jg sama umur dah mau22thn tpi belum punya penghasilan ,
dan malu skali sama org tua krn masi numpang semuanya ,dan angan sy mau bahagiain org tua blum bs tercapai,,,,,

gojira mengatakan...

Mending mbak/mas nya cari kerja yang apa adanya dulu. Dalam artian tanpa memperhatikan gaji. Yang penting kerja. Jangan malu diremehkan karena gaji kecil, Bagi orang sekitar itu memang lelucon. Tapi bagi pribadi kita itu sebuah batu loncatan. Dan yang penting kita berproses.

yusraa mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

Aku udah 8 bulan nganggur���� dapat panggilan cuma sampai tahap interview ajaa, sudah mulai resah harus gimana����. Semoga kita segera mendapat pekerjaan dan tetap semangat��

magnificoilibra mengatakan...

Gak sengaja nemu blog ini dan mau ikut nimbrung juga ya mba.. Saya lulus Januari 2017 kemarin, di saat temen2 udh sibuk apply saya masih bingung mau lamar apa, jadi apa. Plus semua sahabat deket saya belom.pada lulus jadi rasanya masih mau main sama mereka. Tapi, sebenernya sejak januari itu saya kelamaan mikir mau jadi apa setelah lulus sih. Alhasil karena kebanyakan mikir saya melewatkan banyak lowongan2 kerja yg sebenernya cocok sama background saya. Tp pas lg sibuk mikir2 gt saya ga diam aja kok. Saya apply2 jd freelance writer dan keterima di dua media sekaligus. Dalam hati, yaudahlah sambil nunggu full time job dan mikirin apa yang mau saya kerjakan saya ngisi waktu luang dgn nulis freelance aja. Tapi, maret lalu saya mundur dr salah satu job freelance itu krn hati ga sreg tulisan diedit jadi aneh2. Selanjutnya, saya masih stay di job freelance yang satu lg. Bulan mei ini tepat 5 bulan saya lulus dan belum dapat pekerjaan tetap. Memang saya ga langsung dapet kerja kaya banyak temen saya tapi seenggaknya saya merasa memang butuh waktu untuk tahu apa yg sebenernya mau dikerjakan. Mungkin terlalu idealis jatohnya, tp namanya juga fresh graduate gapapalah ya kalo banyak maunya dulu? Hehe. Tapi saya ga mau terlalu keasyikan kerja freelance juga. Bulan inu insyaallah mau lamar2 yg full time. Semoga aja ada yang sreg dan sesuai keinginan. Untuk semua yang lagi mencari pekerjaan tetap semangat! Insyaallah ada jalan rezeki buat kita, amin. Pacar kakak saya nganggur hampir setahun lebih akhirnya kemaren lolos management trainee dengan dapet banyak tunjangan dan fasilitas. Semoga kita tetep yakin kalo semua orang punya waktu2nya sendiri buat bersinar ya..

Acha Satmoko mengatakan...

Duh udah lama jarang buka komen jadi numpuk banyak banget komen2nya. mohon maaf sebelumnya kalo saya ga bisa balesin komennya satu2 ya.

masih banyak jalan kok yang bisa dipakai untuk cari penghasilan selain kerja kantoran dan saya juga pernah tulis beberapa posting disini tentang itu semua. monggo kalo mau dibaca siapa tahu bisa membantu.

http://cha2enwe.blogspot.co.id/2013/08/tokopedia-awal-langkahku-di-bisnis.html

http://cha2enwe.blogspot.co.id/2012/12/wirausaha-tanpa-modal-part-1.html

http://cha2enwe.blogspot.co.id/2012/12/wirausaha-tanpa-modal-part-2.html

itu beberapa posting yang pernah saya tulis di masa2 jobless saya, saya jalani sendiri. berwirausaha tanpa modal sepeserpun juga memungkinkan kok, selama niat kita cari rezeki halal pasti akan dimudahin jalannya.

alhamdulillah saat ini saya sudah bekerja sebagai PNS sesuai harapan almarhum ayah saya. pekerjaan saya saat ini juga butuh perjuangan untuk dapetinnya, bisa dibaca di postingan saya juga. walau udah kerja kantoran tapi saya juga masih nerusin online shop saya karena memang lumayan pendapatannya, kadang malah lebih besar pemasukan dari wirausaha saya daripada gaji bulanan saya.

so, buat yang masih galau soal pekerjaan, jangan patah semangat ya!!

Anonim mengatakan...

Sama 3,5 lbh malah, dl sempet kerja jadi sales setelah lulus kuliah, kerjanya lumayan mentereng keluar masuk hotel yg baru dibangun nawarin produk bahan bangunan pada kontraktor atau sub-con di daeeah solo, tp lama-lama seperti diakalin setiap dapat project besar fee ga jelas akhirnya keluar ga tahan juga sama omongan bosnya. Dan skrg pun msh menganggur, yg ada difikiran apa saya ini manusia yg ga diridhoi Tuhan, manusia tak berguna dan ga percaya diri sm kemampuan sndir! Tambahan saya berkali kali apply ke perus bahkan sempat ikut cpns pun gagal ditahap ke-2. Kalau ada yang pengen sharing atau nawarin job blh dong email saya di aaroneverdeen@gmail.com thanks untuk sharing artikel yg saya rasa senasib dg saya.Smb mbaknya cepet dapat kerjaan dan mjd orang sukses kelak apa yang mbak rasakan skrg bisa buat pertimbangan jikalau mbak menjadi otg sukses dan berniat merekrut karyawan.

senja yang terlupakan mengatakan...

Apa yang mba rasakan sama seperti yang saya rasakan bahkan sempat beefikir untuk meninggalkan rumah dan tak tau kmn, rasanya mati segan hidup pun tak mau. Semua teman sahabat meninggalkan kita karena mereka sudah merasa punya dan berbeda dengan kita, mereka punya pekerjaan mentereng rezeki melimpah bahkan udaha ada yang beli mobil/rumah. Setiap orang punya rezeki dan nasib yang berbeda beda memang, bahkan teman yang dulu dibawah kita jauh saat kuliah atau SMA bisa lbh sukses dari kita, bisa dikatakan dunia terbalik 180% derajat, dulu teman yang sll dibully karena kebodohannya skrg berfoto dengan mobilnya dan istrinya yang cantik karena memang hidupnya saya rasa beruntung dibandingkan dengan saya. Gaenaknya lagi selain ditinggalkan teman saya juga mulai ga diprioritaskan dengan orang orang sekitar, ditinggalkan pacar atau gebetan yang mundur teratur dll. Serasa hidup seperti sampah yang ga ditrima di masyarakat, menutup diri sebisa mungkin ga keluar rumah trll sering agar tak digunjingkan orang. Hanya bisa berbagi dengan media sosial, itupu takut sharing hal hal yang bersifat galau/putus asa karena hanya akan memicu komentar pedas bahkan kalau orang yang gak suka dengan kita bisa menertawai status kita. Setiap melihat media sosial seperti facebook serasa kita menelan pil pahit ketika melihat status-status bahagia dari teman teman kita yang memamerkan segala yang dia punya termasuk pekerjaan dan apa yang dia capai. Miris sekali hidup ini, mungkin kalau ini berlanjut saya sempat berfikir mengakhiri hidup saja hehehe ya semoga Tuhan memberi cahaya didalam kegelapan, karena katanya bintang hanya bersinar dikegelapan. Kalau ada kerjaan tolong email ke aaroneverdeen@gmail.com

Anonim mengatakan...

Untuk senja jangan putus asa. Hidup adalah tentang proses. Yang anda katakan benar, hidup terus berputar. Yang sukses sekarang belum tentu sukses selamanya, Yang pengangguran sekarang belum tentu menganggur selamanya. Karena kita tidak tahu apa yang terjadi kedepannya. Selama waktu masih berdetik, kita dipersilahkan untuk berjuang. Sebenarnya tidak ada yang bisa mengkategorikan siapa yang sudah berhasil dan yang tidak. Karena masa depan tidak bisa diprediksi. Maka jangan berhenti berproses sampai waktu mempersilahkan anda untuk beristirahat

Anonim mengatakan...

Terima kasih, Mbak, udah berbagi cerita. Saya senang ternyata saya tidak sendirian. Saya juga sedang sulit mencari pekerjaan, Mbak, bedanya saya baru saja berhenti bekerja dan kini sudah menganggur nyaris 4 bulan.

Saya dengar juga konon kalau sudah menganggur selama 6 bulan atau lebih akan dijadikan persoalan oleh perusahaan karena kasarnya otak kita pun sudah nganggur selama 6 bulan itu. Jadi meskipun punya gelar akademik banyak atau pengalaman kerja di kantor yang bagus, asumsinya 6 bulan adalah waktu yang cukup buat otak kita lupa akan semua pengalaman yang telah kita dapatkan.

Padahal 'kan bukan pilihan kita juga buat nganggur selama itu ya, Mbak?

Anonim mengatakan...

Klo saya udah genap setahun nganggur, terhitung sejak agustus 2016. Rasanya malu bgt masih nadah sama ortu. Tapi mau gimana lagi.

Saya juga gak punya pengalaman apa2, kerjaan saya sekarang ya ngalamar kerja. Ada rasa capek dan muak juga sih. Soalnya gagal terus, mentok palingan cuma di test atau interview.

Hah. Semoga nanti kita semua bisa dapet pekerjaan yg baik dan gaji yg layak, pokoknya yg sesuailah. aamiin

Anonim mengatakan...

Saya juga udah nganggur setahun lebih, hampir 1,5 tahun. Waktu itu saya ada mslh sama boss, akhirnya kontrak gak diperpanjang. Sudah apply sana sini gk hasil juga. Mungkin masih disuruh sabar sama Allah swt.

nur qomariyah mengatakan...

Sama aja ternyata, saya juga sering dibully sama mertua dan ipar2..
Dibandingin sama adik ipar saya yang kurus meskipun hamil dengan kata-kata"dia hamil aja langsing, lah elu ga hamil kaya orang hamil.."
😑 Capek sih, cuma udh diet mati-matian abis turun naiknya dua kali lipat.. 😞 suka sedih dan nangis sendiri

Posting Komentar