Kamis, 12 November 2020

Tentang Ayah

Hari ini katanya hari ayah, gue sebagai anak yang sudah ga punya ayah jadi agak gimana gitu. Jadi kangen pastinya. Kemudian terbersit nulis sesuatu tentang ayah karena inget pertanyaan nyokap dulu jauuuuh sebelum gue nikah.

Mungkin banyak anak perempuan diluar sana yang memiliki kriteria laki2 idaman seperti ayah mereka. Yah karena kan emang ayah itu cinta pertama anak perempuannya ya, gue pun merasakan hal yang sama kok. Dulu nyokap gue pernah menanyakan hal itu, kamu mau cari laki2 kayak gimana nanti? Apa kayak Bapak?

Saat itu gue dengan yakin menjawab, "ENGGAK!"

Bukan karena gue ga suka dengan bokap gue ya, yang kenal gue pasti tau sedeket apa gue sama bokap gue dulu. Bokap gue tu partner in crime gue banget lah, gue lebih deket ke bokap dibanding ke nyokap. Dulu jaman sekolah gue sering bolos2an juga aktor dibelakangnya juga bokap gue, bokap gue itu tipe yang kalo pas gue SMS (dulu belum ada WA2-an ya) dan bilan kalo gue bete di sekolah dan pengen pulang aja, beliau bakalan langsung cus ke sekolah gue buat jemput gue saat itu juga walau belum jam pulang sekolah dengan kasih alesan ke guru kalo ada acara keluarga (fyi, bokap udah pensiun dari 1999 ya jadi gue SMP-SMA tu udah free banget waktunya dirumah). Kebayang kan se-daddy's girl apa gue walaupun gue bukan anak bontot. Cuma ya balik lagi, ketika ditanya apa gue berharap pendamping hidup gue pengennya kayak bokap, ya jawabannya tetep ENGGAK!

Why?

Alasannya sederhana, karena gue tau ga akan ada 1 manusia pun di antara milyaran manusia yang ada di bumi ini yang akan sama kayak bokap gue, GA BAKALAN ADA. Anak kembar identik aja pasti ada perbedaannya kan? Jadi gue berusaha realistis dengan hal itu ketika melakukan pencarian jodoh yang tepat. Dan nyatanya emang suami gue sekarang blas beda banget sama bokap gue, baik dari fisik, iyelah bokap gue cina banget, lah laki gue jawir banget, maupun dari sifatnya, bokap gue mah ga bisa diem, lah laki gue anteng bener tipenya.

Cuma 1 yang emang pada akhirnya agak mirip adalah cara suami gue memperlakukan gue jadi kayak bokap memperlakukan nyokap dulu dengan sedikit improve yang lebih baik tentunya. Tapi gue yakin ini bukan karena sebenernya ini sifat dasarnya dia yang sama dengan bokap gue ya. Tapi bisa jadi ini karena dia udah khatam atau udah eneg sama cerita2 gue tentang bokap ataupun melihat langsung kedekatan gue dengan bokap sepanjang dia deket sama gue sebelum akhirnya kita nikah, yang pada akhirnya mungkin hal2 itu yang dia jadikan standar gimana memperlakukan gue sekarang walaupun gue yakin kadang ada yang ga sesuai dengan keinginan sebenernya. Hehehe.

Ini posting ga jelas sih sebenernya, cuma yaudahlah ya. Mo ada yang baca juga kasian bener waktunya kebuang baca beginian, kalo ga ada yang mau baca juga ga masalah juga, namanya juga iseng tetiba dapet ide nulis.

Btw, Happy Father's Day Bapaak

Kami semua disini rindu sama bapak

Jangan khawatir, kami disini baik2 saja :)

Buat semua yang masih punya bapak, ga usah sok gengsi2 sama bapaknya. Mau tuker pikiran, mau peluk, mau curhat sampe nangis2, mau ngapain ajalah pokoknya lakuin sekarang selama masih dikasih kesempatan. Gue termasuk orang yang menyesal yang tidak bisa melakukan banyak hal sama bokap (traveling bareng misalnya, atau hunting foto lagi berdua - bokap gue fotografer, fyi).

Selamat hari ayah buat seluruh bapak2, diluar sana, termasuk kamu, papapnya Elle. Semoga kamu bisa jadi ayah yang keren buat elle, melengkapi kekerenan maminya. :p

Selamat hari ayah juga buat nyokap gue yang sejak meninggalnya bokap jadi punya peran ganda sebagai ayah juga di keluarga, love you mom :)

Minggu, 06 September 2020

Kamis, 03 September 2020

Minggu, 28 Juni 2020

(Berusaha) melihat sisi positif dari Covid-19

Sudah sejak akhir tahun 2019 lalu, dunia digemparkan dengan pandemi virus bernama Covid-19. Di Indonesia sendiri, Covid-19 baru masuk di awal tahun 2020 dan cukup membuat pemerintah kewalahan dalam penanganannya. Tidak dipungkiri memang Pemerintah Indonesia sempat terlalu santai dalam menangani penyebaran virus ini, hingga akhirnya terjadi lonjakan penderita yang terinfeksi semakin bertambah, belum lagi angka kematian yang diakibatkan virus ini juga mencapai 10% dari jumlah penderita yang terkonfirmasi.

Karena terjadinya lonjakan penderita akhirnya di awal Maret 2020, Pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan untuk melakukan lockdown. Seluruh masyarakat dihimbau untuk tetap berada dirumah guna menekan angka penyebaran virus. Mulai dari sekolah hingga perkantoran kemudian menerapkan aktivitas yang dijalankan di rumah saja dengan memanfaatkan berbagai media online. Karena kebijakan ini banyak orang yang akhirnya kehilangan penghasilan maupun pekerjaan. Walaupun banyak kerugian yang diakibatkan oleh adanya pandemi virus ini. Saya pribadi mencoba tetep berusaha untuk melihat sisi positif dari si virus yang belum ditemukan obatnya ini. 


Saya yang merupakan seorang working mom, sejak pandemi akhirnya dapat merasakan sejenak (selama beberapa bulan ini Maret-Mei) menjadi fulltime mom untuk anak saya. Yah walaupun masih ada kewajiban mengerjakan pekerjaan kantor dari rumah tapi minimal raga saya ini sejak diterapkannya WFH bisa berada 24jam bersama anak saya dirumah. Dan ini merupakan kesempatan yang sangat langka.

Selain itu, selama ini saya yang tidak bisa memasak pun jadi bisa bereksplorasi di dapur untuk belajar memasak dari video-video di youtube. Cara ini menjadi cara saya dalam mengantisipasi penularan virus tersebut. Jujur saja untuk jajan diluar yang biasa kami lakukan sebelum pandemi menjadi agak takut kami lakukan karena takut tertular dengan media makanan yang kami pesan tersebut.

Semenjak pandemi virus ini, tidak hanya saya, banyak orang-orang yang kemudian menerapan gaya hidup yang lebih higienis, yang biasanya jarang mandi sekarang pasti mandi terlebih bila habis melakukan kegiatan diluar rumah. Kebiasaan mencuci tangan juga menjadi kegiatan yang rutin dibanding dulu. Dulu banyak yang akan makan saja malas untuk mencuci tangan lebih dulu, namun setelah memegang sesuatu saja otomatis akan langsung cuci tangan karena takut tertular virus.

Beberapa hal yang saya sebutkan di atas adalah beberapa contoh hal positif yang bisa dilihat dari adanya pandemi Covid-19 ini. Harapan saya sih sama seperti kamu semua, semoga pandemi ini cepat berakhir dan semua bisa kembali seperti semula. 

Selasa, 02 Juni 2020

Keuntungan Bagi PNS Yang Menjadi Pejabat Fungsional



Video ini dibuat untuk memenuhi unsur Pengembangan Profesi JF Analis Kebijakan, semoga dapat membantu bagi teman-teman JF lainnya terutama yang baru diangkat untuk dapat lebih memahami keuntungan yang akan di dapat ketika menjadi seorang pejabat fungsional

Kamis, 28 Mei 2020

Video Kesalahan Umum Dalam Penyusunan Kamus Kompetensi Teknis



Video ini adalah video kelanjutan dari video tutorial cara penyusunan kamus kompetensi teknis yang telah saya post sebelumnya. Semoga video ini dapat membantu instansi pemerintah yang sedang dalam proses penyusunan kamus kompetensi teknis urusan pemerintahannya agar terhindar dari beberapa kesalahan umum seperti yang sudah saya rangkum dalam video tersebut.

Rabu, 01 April 2020

Tips Bagi Generasi Rebahan : Anti Mati Gaya Ketika Harus Di Rumah Aja

Terhitung sejak awal Tahun 2020, banyak gejolak yang terjadi, tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Puncaknya ketika virus corona mulai merebak. Berawal dari Wuhan China, hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Data per hari ini saja (31/3) sudah 1000 orang lebih dinyatakan positif Covid-19 sampai2 Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mengambil langkah antisipasi dengan menerapkan Social Distancing di masyarakat yang awalnya diterapkan mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 31 Maret 2020 kemudian diperpanjang hingga tanggal 21 April 2020, perkantoran juga banyak yang sudah memulai gerakan Work From Home (WFH) bagi para pegawainya demi mentaati himbauan Pemerintah untuk melakukan Social Distancing.

Bagi pekerja kantoran yang melakukan WFH mungkin waktu beberapa minggu dirumah tidak akan terasa karena akan banyak pekerjaan kantor yang bisa dikerjakan dirumah, tapi biasanya bagi para anak muda yang biasanya melakukan aktivitas diluar rumah yang sekarang dipaksa jadi generasi rebahan pasti bakalan bosen banget di rumah aja ga ngapa-ngapain kan. Berikut beberapa hal bermanfaat yang dapat dilakukan selama masa Social Distancing biar ga mati gaya ketika terpaksa harus #Dirumahaja 

1. PERBANYAK IBADAH

Sudah banyak dokter yang menyarankan untuk lebih menjaga kebersihan. Nah untuk yang muslim selain kita sudah pasti bersuci dengan wudhu minimal 5 kali sehari, kesempatan dirumah ini bisa jadi kesempatan besar buat bisa lebih banyak ibadah. Ibadah2 sunnah yang mungkin selama ini jarang dilakukan seperti Solat Dhuha bisa dirutinin tuh. Selain dapat pahala kan jadi bisa lebih sering bersuci juga sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terimfeksi Covid-19. Jangan lupa buat sering-sering baca AL-Qur'an juga selama di rumah aja, kamu bisa targetin buat khatamin Qur'an selama masa Social Distancing ini.

2. BEROLAHRAGA

Selain menjaga kebersihan, Olahraga juga disarankan banget buat meningkatkan daya tahan tubuh. Mentang-mentang di rumah aja jangan sampai males gerak ya. Nanti malah jadi ga sehat loh! Kamu bisa olahraga sendiri di rumah. Banyak video di internet yang bisa dijadiin tutorial yang memungkinkan kamu bisa olahraga sendiri di rumah tanpa harus punya alat-alat olahraga yang lengkap. Buat yang suka latihan beban bisa pakai beban tubuh sendiri atau pakai benda-benda disekitarnya.

3. MEMBANGUN PASIF INCOME

Kamu juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan walau dirumah aja loh, misal dari ngeblog atau ngevlog. Selain bisa mengisi waktu luang kamu, kamu juga bisa dapat tambahan penghasilan loh dari hobi baru kamu ini kalo kamu bisa menghasilkan tulisan atau video yang menarik. Selain itu, kamu juga bisa memulai usaha online shop, banyak penjual yang membuka kesempatan dropship bagi kamu yang ingin usaha tapi ga mau ribet ngurusin stok barang.

4. MENGERJAKAN HOBI

Masa dirumah aja ini pasti bakalan jadi masa yang menyenangkan buat orang-orang yang punya hobi. Karena dimasa ini kamu punya banyak waktu buat ngerjain hobi kamu. Misal kamu suka melukis, pasti akan banyak lukisan yang akan kamu hasilkan saat ini. Buat yang belum punya hobi yang spesifik kamu juga bisa mulai eksplore kira-kira apa hal yang menurut kamu menarik yang bisa dijadikan sebagai hobi kan.

5. MENIKMATI WAKTU DENGAN KELUARGA

Sebelum dilakukan Social Distancing pasti banyak yang ga punya banyak waktu untuk quality time sama keluarga karena kesibukan masing-masing. Nah moment harus dirumah aja ini bisa jadi kesempatan buat kamu untuk bisa lebih dekat dengan keluarga. Buat yang sudah menikah mungkin bisa ngobrol lebih intim dengan pasangan, yang sudah punya anak bisa main lebih sering dengan anak. Yang penting gadgetnya disingkirin dulu ya, jangan sampai udah moment-nya ada tapi pas ngumpul malah sibuk sama gadget masing-masing.

6. BELAJAR HAL BARU

Punya banyak waktu luang pastinya harus bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat kan. Di zaman yang udah canggih banget sekarang ini, gampang banget orang mau belajar sesuai secara online. Mau masak resep baru buat ibu2 yang ga bisa masak tinggal buka youtube. Buat yang tertarik untuk belajar bahasa, juga banyak kelas-kelas belajar bahasa secara online mulai dari yang gratis hingga berbayar yang bisa diikuti. Tinggal kamu sesuaikan aja dengan minat dan bakat kamu ya.

Gimana? Menarik kan? Dijamin ga bakalan mati gaya deh selama dirumah aja. Daripada kamu cari cara buat curi-curi kesempatan keluar rumah buat hal yang ga penting-penting banget, mendingan cobain cara diatas aja. Selain bisa mengusir rasa bosan kamu, inget deh dengan kamu stay home seperti anjuran Pemerintah, itu berarti kamu sudah membantu Pemerintah dan para pahlawan medis yang sekarang sedang berjuang melawan Covid-19 untuk memutus mata rantai penyebarannya supaya Indonesia bisa segera bebas dari Virus ini. Inget loh, kamu ngerasa sehat belum tentu kamu ga terinfeksi virusnya, sekalipun daya tahan tubuh kamu bagus, kamu tetap bisa jadi penyebar virus buat sekitar kalo kamu ga waspada. So, mari kaum rebahan kita di rumah aja biar virusnya bisa pergi sebelum Ramadhan datang, jangan sampai ibadah puasanya nanti ditemenin sama Covid-19 juga. Aamiin!! Ayooo pada bilang Aamiin semua...

Rabu, 25 Maret 2020

Tutorial Cara Penyusunan Kamus Kompetensi Teknis Jabatan ASN



Halo Teman-teman ASN, dalam rangka Social Distancing yang akan dilakukan hingga tanggal 21 April 2020, banyak Instansi Pemerintah yang melakukan Work From Home, salah satunya adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Untuk mempermudah para stakeholder terutama yang sedang melakukan proses penyusunan Standar Kompetensi Jabatan ASN, video berikut bisa disimak.

Video berikut adalah video tutorial cara penyusunan kamus kompetensi teknis. Kamus Kompetensi Teknis ini yang nantinya sangat berperan dalam penyusunan Standar Kompetensi Jabatan ASN. Untuk pertanyaan bisa disampaikan melalui kolom komentar ya. Insya Allah akan saya jawab sebisanya. Terima kasih.

Selasa, 28 Januari 2020

Curcol Orangtua Bekerja, Ortu Kerja - Anak Kurang Kasih Sayang?

Gue adalah salah 1 anak di dunia yang lahir dan dibesarkan oleh orangtua yang dua-duanya bekerja. Banyak anggapan yang bilang kalo anak-anak dari kedua orangtua bekerja biasanya hubungannya tidak harmonis dengan orangtuanya karena jarang bertemu dan tidak mendapat sentuhan kasih sayang yang layak seperti anak-anak lain yang ibunya di rumah, buat gue pribadi alhamdulillah gue ga merasakan seperti itu. Alhamdulillah gue ga pernah merasa kekurangan kasih sayang atau waktu sama keluarga gue. Alhamdulillah komunikasi gue dengan orangtua sangat lancar dan akrab, masa kecil gue juga bahagia dan ga pernah ngerasa beda dengan anak-anak lainnya.

Buat gue orangtua gue termasuk yang sukses membesarkan dan mendidik anak-anaknya walaupun mereka berdua sama2 bekerja. Alhamdulillah gue punya orangtua yang bertanggungjawab terhadap anak-anaknya dan berusaha tetap meluangkan waktunya buat anaknya walaupun mereka sibuk dan ga punya banyak waktu sebanyak orangtua lainnya. Prinsip mereka yang gue tahu adalah anak-anak itu amanat paling berharga dari Tuhan untuk mereka dan mereka sendiri juga ga pernah mau kehilangan moment sedikit pun dengan anak-anaknya.

(pic from here)

Dari cerita orang-orang dekat kayak tetangga ataupun orang-orang yang pernah ikut membantu orangtua gue mengasuh gue dan saudara-saudara gue, walau sibuk orangtua gue tetap berusaha menjalankan kewajiban mereka sebagai orangtua, salah satunya memandikan dan memberi makan. Saat gue dan 2 saudara gue lainnya masih bayi, sebelum berangkat bekerja, orangtua gue terutama nyokap selalu mengurus bayinya dulu, mandiin, siapin susu dan makannya, sampai sterilin semua botol-botol susu yang seharian itu akan dipakai. Pokoknya waktu orangtua gue berangkat kerja bayinya sudah bersih, rapih dan kenyang. Dan mereka juga selalu berusaha pulang tepat waktu biar waktu mandi sore anaknya bisa sama mereka, minimal sebelum magrib mereka sudah ada di rumah. Yah singkatnya, pengasuh gue cuma bertugas untuk jagain, kasih makan/susu saat siang sampe sore sampai orangtua gue pulang.

Semua itu berlangsung sampai anak-anaknya besar. Mungkin karena terbiasa dengan rutinitas itu, maka gue dan saudara-saudara gue sudah mandi dan rapih, bahkan sarapan walaupun jam berangkat sekolah gue masih lama dari jam berangkat kantornya orangtua gue. Saat sekolah pun orangtua gue selalu berusaha nemenin anak-anaknya buat ngerjain PR walau gue tau kalo mereka pasti capek banget. Makan malem selalu sama-sama. Ada 1 ritual yang selalu gue lakukan sama bokap tiap sore. Dulu tiap bokap pulang kerja, setelah beliau mandi, gue duduk dipangku di teras rumah dan kita nyanyi-nyanyi sampai magrib. Setelah magrib kita masuk ke rumah dan makan malam. Ada kebiasaan bokap juga sebelum tidur selalu ngedongengin gue, entah dengan cerita anak-anak ataupun cerita karangannya sendiri. Kadang saking capek dan ngantuknya bokap ketiduran pas ngedongeng.

Sekarang ketika gue sudah berkeluarga, gue dihadapkan pada situasi yang sama. Gue dan suami juga sama-sama bekerja. Alhamdulillahnya kami bekerja di kantor yang sama, yang bisa saling tahu jadwal dan kesibukan satu sama lain. Kami pakai pengasuh yang pulang pergi (PP), datang sebelum kami berangkat dan baru pulang setelah salah satu dari kami sampai kerumah dan hanya masuk di hari kerja saja. Weekend dan hari libur nasional pengasuh kami liburkan. Alasan kenapa kami pakai pengasuh yang PP dan bukan yang menginap salah satunya adalah kami ga mau anak kami tergantung dengan kehadiran pengasuhnya. Kami ingin anak kami tetap dekat dengan kedua orangtuanya walaupun kami berdua adalah orangtua bekerja. Alhamdulillah sih usahanya kami ini berhasil. Elle (anak kami) selalu menunggu kami pulang untuk melakukan aktivitas bersama. Dengan cara ini kami juga dipaksa untuk mengalah dengan ego kami.

(Elle dan Papapnya)

Sepulang kerja selelah apapun kami tetap harus menemani Elle bermain, membaca buku sama-sama, makan malam bersama, belajar dan eksplorasi banyak hal sama-sama. Oia, Elle bukan anak yang kami biasakan dengan gadget, bahkan Elle tidak terbiasa menonton TV. Ada TV dirumah tapi fungsinya untuk menonton film2 download-an (ga ada saluran/chanel TV karena ga ada antenanya). Terkadang kami sengaja cuti bersamaan untuk ajak Elle jalan-jalan bertiga tanpa kehadiran nanny-nya. Elle di umurnya yang ketiga tahun ini sudah terbiasa dan mengerti jika situasinya seperti itu. Weekday selama jam kerja Elle sama nanny selebihnya sama orangtuanya. Dan misal ketika gue sakit dan ga masuk kerja, gue stay dirumah untuk istirahat, pengasuh tetap gue suruh masuk untuk bantu jagain Elle dan pas kejadian kayak gitu Elle tetap aja milihnya lebih ke gue dibanding sama nanny-nya walaupun dia tau gue lagi sakit.

Dengan pengalaman yang gue alami sendiri baik sebagai anak dari orangtua yang keduanya bekerja maupun sebagai orangtua yang bekerja. Gue sih ga setuju kalo banyak yang bilang anak-anak dengan kedua orangtua yang bekerja itu kurang kasih sayang, pembangkang, dan segala macam image negatif lainnya. Mungkin ada yang seperti itu, tapi ya ga fair juga kalo sampai disama ratakan. Balik lagi sih ke komitmen masing-masing orangtua bekerja ya. Jangan sampai pekerjaannya mengambil seluruh perhatian dan kebutuhan kasih sayang si anak. Setuju kan?