Rabu, 01 Mei 2013

(Lagi) Penipuan Rezeki Tumpah Telkom

Tadi pagi sekitar jam 9 adik gue menerima telpon dari seseorang yang mengaku sebagai orang PT.Telkom Pusat. Orang itu mengetahui no telp, nama, bahkan alamat rumah gue, tapi semua info itu bisa di dapat dari mana aja kan. Orang itu mengabarkan jika telpon rumah kami menang undian rezeki tumpah PT.Telkom yang pengundiannya diadakan semalam di Trans TV pukul 2 dini hari. Hey, do you think i'm stupid?? Ga bakal ada acara pengundian hadiah gitu diadainnya pas orang2 udah pada tidur semua.

Oia, awalnya adik gue yang jawab telpon itu, tapi karena adik gue udah curiga kalo ini penipuan akhirnya dia ngasih tau gue untuk jawab itu telpon. Fyi, gue udah sering banget terima telpon2 macam itu dan semuanya pasti bakal gue bikin gondok sesudahnya.

Orang itu awalnya ingin bicara dengan bokap, tapi karena bokap baru aja wafat jadinya adik gue jujur bilang yang sebenarnya. Walau udah dikasih tau berita duka itu tetep aja si penipu ini keukeuh ngelanjutin usaha penipuannya. Pas telpon ada di tangan gue, dia sengaja gue biarin ngomong panjang lebar ngejelasin segala macam prosedur dan sebagainya. Dan setelah dia cape baru gue balik serang dia dengan mengatakan kalo pacar gue sendiri adalah orang Telkom dan sudah dikonfirmasi kalo saat ini ga ada undian hadiah rezeki tumpah seperti yang dia bilang.

Orang itu tetap keukeuh dan sok2 nanya siapa nama pacar gue dengan alasan kali aja dia kenal. Gue sebutkan 1 nama yang tentu saja bukan nama pacar gue dan setelah itu dia langsung memutuskan telponnya dan sampai sekarang ga telpon lagi. Coward!!

Untuk kesekian kalinya gue sangat menyayangkan percobaan penipuan dengan modus semacam ini. Anda bisa keluar uang untuk telpon korban2 anda, kenapa ga anda pakai uang itu untuk usaha?? Tampaknya anda lebih suka makan uang haram dibandingkan dengan mencari uang dengan cara yang halal.

Ini belum genap 40 hari kepergian bokap. Kami sekeluarga masih dalam suasana berkabung dan anda bisa2nya mencoba menipu kami. Kami ga bodoh seperti yang anda kira. Walaupun kami tidak mengalami kerugian apapun tapi perbuatan anda sangat2 mengganggu kami yang baru ditimpa musibah. Kami adalah anak yatim sekarang dan anda tidak sepantasnya mempermainkan kami di masa berkabung ini.

Demi Allah kami merasa tersakiti atas percobaan penipuan anda tadi. Kami sebagai anak yatim merasa telah didzalimi oleh anda dan Demi Allah dan Rasullah, kami mendoakan anda dan komplotan anda tidak akan mendapatkan ketenangan hidup selamanya sampai anda meminta maaf kepada orang2 yang telah anda tipu. Semoga Allah membalaskan rasa sakit hati kami pada anda dengan azab yang setimpal untuk anda. Aamiin.

5 komentar:

Lily Fahlevi mengatakan...

itulah manusia..dengan seribu wacana hidup!
tinggal mencerna apa makna hidup setelah mati.sederhana!

Acha Satmoko mengatakan...

ya sayangnya masih ada orang2 yang belum sadar soal itu..

Lily Fahlevi mengatakan...

iya..!biarkn sj segala hal yg menurut mereka adlh benar,tetap menjadi bagian dr sikap,toh pada akhirnya setiap perbuatan tdk selalu menjadi pembenaran...

Acha Satmoko mengatakan...

:)

Lily Fahlevi mengatakan...

ach....rasanya terlalu idealis komentar sy..hhooo

Posting Komentar