
Just take your fake love away
I don't want it anymore
Since you broke my heart
I tried to fix and forget it
But it can't be fixed again
Now, I just want to keep the pieces
Before i lose it more
Baru beberapa hari lalu gue posting tentang betapa bangganya gue akan hubungan yang sedang gue jalani saat ini. Betapa bangganya gue akan seseorang yang selama ini ada di samping gue. Tapi hari ini, gue disadarkan bahwa semua itu salah. Semua yang gue anggap sempurna itu ternyata cuma ada di dalam imajinasi gue aja.
Begitu gue baca semua pesan itu, gue merasa seperti di tampar. Tamparan keras yang akhirnya menyadarkan gue untuk bangun dari khayalan. Selama ini gue berusaha percaya sepenuhnya sama dia dengan harapan dia juga bisa percaya sama gue.
Gue kira selama ini cuma ada gue buat dia. Gue yang setiap hari ini mengorbankan jam tidur gue untuk selalu bangun pagi dan bikinin dia bekal makan siang bahkan di saat dia sendiri masih tidur. Gue yang selalu mencemaskan dia karena belum juga pulang saat sudah lewat jam pulang kerja. Tapi nyatanya bukan gue yang ada di pikirannya.
Gue tau gue bukan cewek idaman. Gue ga cantik, gue gendut, gue tomboy, pecicilan, ga pernah dandan, dan banyak lagi kejelekan lainnya yang mungkin bikin gue ga pantas dicintai. Tapi bukankah selama ini gue selalu berusaha jadi yang terbaik buat lo..?? Apa ratusan hari yang kita lewatin di 3 kota, dan semua kenangan yang kita punya selama ini sama sekali ga ada artinya buat lo..??
Seandainya pun emang selama ini gue ga pernah berarti buat lo, kenapa lo harus buang2 waktu selama ini untuk ada disamping gue..?? Buat apa lo milih gue kalo akhirnya harus lo buang gue kayak sampah..?? Kenapa kalian harus ngumpet2 di belakang gue sementara udah banyak orang yang tau kedekatan kalian..?? Anggap aja selama ini gue buta, tapi seandainya lo bisa jujur dari awal, gue yang akan milih mundur untuk kasih kalian kesempatan dan jalan buat bersama. Keadaan kayak gini cuma bakal bikin gue terlihat tambah bodoh. Banyak orang mengasihani gue karena kebodohan gue yang kalian ciptakan.
Gue percaya lo sepenuhnya, tapi begitu lo putuskan untuk membagi hati sama yang lain, gue anggap itu adalah cara lo untuk bebas dari gue. Gue akan putuskan untuk meninggalkan semuanya. Mencoba mengubur semua sakit dan luka gue saat ini. Gue akan mulai belajar melupakan orang yang bahkan ga pernah menyadari kehadiran gue di hidupnya. Gue akan mulai mencari seseorang yang memang akan menghargai keberadaan gue sepenuhnya. Gue akan berjuang dari awal untuk mencari seseorang yang akan gue yakinkan untuk selalu memandang gue dan bukan yang lain. Mungkin gue memang ga cantik atau sexy, tapi gue yakin suatu saat gue akan bisa menemukan seseorang yang bisa bangga punya gue tanpa harus merubah gue. Dan pada saat itu tiba, gue harap lo ga akan jadi orang yang menyesal belakangan karena udah melepaskan gue.
kadang sebuah hobi secara sengaja atau tidak,bisa mendatangkan rezeki atau bahkan pada akhirnya justru menjadi mata pencaharian untuk seseorang. Kita bisa lihat orang2 besar yang akhirnya sukses setelah menekuni hobinya,contohnya darwis triadi yang kini terkenal sebagai salah 1 maestro fotografi indonesia, atau anne avantie yang tersohor karena rancangan kebaya2nya yang indah.
Sebenarnya pekerjaan apapun jika dikerjakan dengan sepenuh hati tanpa beban pasti akan memperoleh kesuksesan. Hanya saja kadang seseorang hanya melakukan suatu pekerjaan sebatas untuk memperoleh penghasilan saja tanpa mau menyenangi pekerjaannya itu,berbeda dengan orang2 yang memulai karirnya dari hobi. Karena memang didasari oleh rasa cinta terhadap hobi,maka seberat apapun rintangan yang dihadapi dalam pekerjaannya justru akan terasa menyenangkan karena dianggap sebagai suatu tantangan yang dapat memotivasi semangatnya untuk lebih menyelami hobinya itu.
Bokap gue salah 1 contoh yang pernah menjadikan hobi fotografinya sebagai mata pencaharian walau pada akhirnya beliau memutuskan untuk melakukan pekerjaan formal di kantor. Saat ini gue juga sedang mengalami hal itu. Gue merasakan bagaimana hobi kristik gue bisa mendatangkan rezeki buat gue.
Semuanya berawal dari permintaan ade gue untuk membuatkan dia kristik yang bakal dijadikan kado anniversary pertama untuk pacarnya. Ade gue kemudian memamerkan kristik yang gue buat itu ke teman2 sekolahnya. Ga disangka ternyata teman2 ade gue juga tertarik dengan kristik itu. Mereka lantas minta dibuatkan juga dan beberapa ada yang minta diajarkan bagaimana cara membuatnya. Akhirnya dari situ pundi2 rezeki berdatangan kepada gue.
Gue sendiri tidak menganggap ini sebagai mata pencaharian, hanya sebatas hobi yang kebetulan mendatangkan rezeki. Sebenarnya ini bisa dikembangkan jadi peluang bisnis. Tapi karena gue tidak punya bakat bisnis dan juga keterbatasan kemampuan mata gue, maka gue hanya akan terus menjalani ini sebatas hobi saja.
Apapun pekerjaan yang akan (atau sudah) kita tekuni toh kembali kepada pilihan kita masing2. Apakah akan mengembangkan yang dari sekedar bakat atau hobi menjadi karir, atau menjalani pekerjaan diluar hobi yang kita senangi. Apapun pilihannya akan lebih baik jika kita bisa menganggap pekerjaan itu bagian menyenangkan dari hidup kita, sehingga jika suatu saat kita dihadapkan pada 1 rintangan berat, maka kita tidak akan menjadi terbebani karena pekerjaan kita itu.